Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Presentasikan Riset "Pustaka Bangun" dan Ekoteologi Poskolonial di Konferensi ADIA 2026 Cirebon
Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Presentasikan Riset "Pustaka Bangun" dan Ekoteologi Poskolonial di Konferensi ADIA 2026 Cirebon
Yogyakarta —Dosen Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Himayatul Ittihadiyah, M.Hum., mempresentasikan hasil risetnya dalam ajang konferensi internasional ADIA 2026 yang diselenggarakan di Hotel Luxton Cirebon. Konferensi ini diselenggarakan oleh ADIA (Association for Digital, Islam, and Adab) bekerja sama dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam forum tersebut, Dr. Himayatul memaparkan makalah berjudul"Buku 'Pustaka Bangun' dan Ekoteologi Poskolonial: Historiografi Perlawanan Bani Ngalim terhadap Dominasi Narasi Kolonial di Pesantren Bulus Purworejo, Jawa Tengah (1967–2025)".
Riset ini mengkaji sebuah naskah kecil berjudulPustaka Bangun, yang ditulis oleh Kiai Raden Damanhuri, seorang penghulu di Kabupaten Purworejo, pada tahun 1967. Naskah tersebut lahir dalam bayang-bayang ingatan kolektif masyarakat Purworejo tentang Perang Jawa, dan menarasikan perlawanan terhadap dominasi narasi kolonial atas suksesi kepemimpinan Pondok Pesantren Bulus dari Kiai Ahmad Ngalim (Mbah Ngalim) kepada seorang Ba'alawi dari Fam Ba'abud bernama Sayyid Ali.
Menariknya, riset ini juga menyoroti fenomena kontemporer: pada tahun 2025, keluarga besar Bani Ngalim yang tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera dipertemukan kembali melalui ruang digital — blog, X (Twitter), Facebook, Instagram, hingga grup WhatsApp. Melalui ruang-ruang ini, mereka membaca, mendiskusikan, dan menggagas penulisan ulangPustaka Bangundalam perspektif baru.
Dengan paradigma ekoteologi poskolonial, Dr. Himayatul menjelaskan bagaimana hukum kausalitas bekerja dalam sejarah: apa yang tampak di masa kini merupakan fenomena yang menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. Setiap narasi melahirkan narasi baru yang berfungsi sebagai penyeimbang sekaligus perlawanan — represi melahirkan resistensi, pembungkaman melahirkan perlawanan, baik secara cepat maupun bertahap.
Riset ini memanfaatkan beragam sumber, baik cetak maupun digital, lokal maupun kolonial, fakta benda (artefak) maupun fakta mental (mentifak), serta sumber lisan maupun tulisan — mencerminkan pendekatan metodologis historiografi yang menjadi ciri khas kajian di Program Studi MSPI.
Partisipasi Dr. Himayatul dalam konferensi ADIA 2026 ini menegaskan komitmen Program Studi MSPI UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kajian sejarah peradaban Islam yang kontekstual, berbasis sumber lokal, serta relevan dengan dinamika masyarakat digital masa kini.