Dosen MSPI, Prof. Machasin Uraikan Konsep Ilmu Adab dan Kontekstualisasinya di Era AI
Dosen MSPI, Prof. Machasin Uraikan Konsep Ilmu Adab dan Kontekstualisasinya di Era AI
Selasa, 28 Juli 2026, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga menggelar Seminar Series 2 bertema "Konsep Ilmu Adab dan Kontekstualisasinya di Era AI", menghadirkan Prof. Dr. Darsita Suparno, S.S., M.Hum. CIQnR, Prof. Dr. Machasin, M.A., dan Prof. Dr. Yulia Nasrul Latifi, M.Hum. sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Dosen Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI), Prof. Dr. H. Machasin, M.A. menelusuri pergeseran makna "ilmu adab" — dari makna awalnya sebagai undangan makan dan akhlak mulia, hingga di masa akhir Bani Abbas dipahami sebagai pengetahuan menjalankan suatu peran secara benar. Di lingkungan akademik saat ini, Ilmu Adab dipahami sebagai ilmu yang mengkaji produksi, transmisi, preservasi, interpretasi, dan transformasi pengetahuan serta kebudayaan manusia.
Prof. Machasin menegaskan bahwa Ilmu Adab pada intinya adalahilmu memanusiakan manusia— ilmu tentang keberadaban dan kecakapan berperadaban, yang bertumpu pada lima poros utama:Human Meaning (Makna), Human Memory, Human Values, Human Interpretation,danHuman Creativity. Kelima poros inilah yang menurutnya tidak tergantikan oleh kecerdasan artifisial.
Ia juga menyoroti pergeseran tantangan zaman: jika dahulu persoalan utama adalah kelangkaan sumber informasi, kini justru terjadi ledakan informasi. Karena itu, kompetensi utama yang dibutuhkan bukan lagi kemampuan mencari informasi, melainkan kemampuan memilah informasi.
Sebagai kontribusi pemikiran, Prof. Machasin mengajukan definisi baru:
"Ilmu Adab adalah disiplin humaniora Islam yang mengkaji bahasa, teks, sejarah, memori, informasi, dan ekspresi budaya sebagai media pembentukan, pewarisan, penafsiran, dan transformasi peradaban manusia, dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara kritis, etis, dan kontekstual."
Seminar ini menjadi bagian dari upaya MSPI membangun kerangka keilmuan Adab yang responsif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan basis kemanusiaannya.