Peta Jalan Penelitian Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (2016–2030)
Sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan budaya akademik yang unggul dan berdaya saing global, Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyusun Road Map Penelitian 2016–2030 sebagai arah strategis pengembangan penelitian dosen dan mahasiswa.
Road map ini menjadi pedoman dalam membangun ekosistem riset yang integratif, transdisipliner, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan keilmuan maupun sosial melalui kajian Sejarah Peradaban Islam. Pengembangannya dilakukan secara bertahap melalui tiga fase utama.
Tahap I (2016–2020): Penguatan Fondasi Keilmuan dan Pemetaan Kajian
Fase pertama difokuskan pada pembangunan budaya penelitian, penguatan metodologi sejarah, serta pemetaan sumber-sumber sejarah Islam. Berbagai penelitian diarahkan pada historiografi Islam, manuskrip, sejarah Islam Nusantara, tokoh dan lembaga Islam, serta digitalisasi sumber sejarah. Tahap ini menghasilkan publikasi nasional, buku ajar, prosiding ilmiah, database sumber sejarah, dan jejaring penelitian nasional.
Tahap II (2021–2025): Penguatan Kelompok Riset dan Kolaborasi Akademik
Pada tahap kedua, MSPI mengonsolidasikan kepakaran dosen melalui pembentukan tiga Kelompok Riset yang menjadi pilar pengembangan penelitian program studi, yaitu:
- Kelompok Riset Sejarah Sosial Islam, dengan fokus pada gerakan Islam kontemporer, institusi dan pranata Islam, transformasi masyarakat Muslim, pendidikan Islam, dan sejarah pesantren.
- Kelompok Riset Sejarah Politik Islam, yang mengembangkan kajian mengenai Islamisme dalam sejarah, gerakan politik Islam, relasi Islam dan negara, demokrasi, serta politik identitas.
- Kelompok Riset Sejarah Kebudayaan Islam, yang berfokus pada Islam dan budaya lokal, warisan budaya Islam, tradisi keagamaan, multikulturalisme, serta isu-isu Islam kontemporer.
Melalui kelompok riset tersebut, program studi mendorong peningkatan publikasi internasional, penelitian kolaboratif lintas disiplin, penyusunan buku referensi, pengembangan arsip digital, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian.
Tahap III (2026–2030): Internasionalisasi dan Hilirisasi Riset
Tahap ketiga diarahkan untuk memperkuat posisi MSPI sebagai pusat kajian Sejarah Peradaban Islam yang bereputasi internasional. Penelitian akan berfokus pada pengembangan Digital Humanities, Digital Heritage, sejarah Islam global, geopolitik dunia Islam, pelestarian manuskrip, ketahanan budaya (cultural resilience), Islam dan Sustainable Development Goals (SDGs), serta inovasi berbasis teknologi digital.
Pada fase ini, MSPI menargetkan peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi (Q1–Q2), penerbitan buku internasional, pembentukan Pusat Data Sejarah Islam, pelaksanaan joint research, joint publication, visiting professor, program pascadoktoral, serta penguatan jejaring akademik global.
Melalui Road Map Penelitian ini, Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam berkomitmen menjadi pusat unggulan penelitian yang menghasilkan karya ilmiah berkualitas, berdampak bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian warisan budaya Islam, dan pembangunan peradaban yang berkelanjutan.