Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Publikasikan Karya Internasional tentang Islam dan Transformasi Digital

Yogyakarta – Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) UIN Sunan Kalijaga kembali mencatatkan capaian akademik melalui kontribusi dua dosennya, Prof. Dudung Abdurahman dan Prof. Muhammad Wildan, dalam publikasi chapter buku internasional terindeks Scopus terbitan IGI Global Scientific Publishing bertajukDigital Hate Speech, Disinformation, and Peace in Religiously Diverse Regions(2026).

Dalam publikasi tersebut, Prof. Dr. Dudung Abdurahman bersama Dr. Bambang Hariyanto menulis chapter berjudul“The Transformation of the Zawiyah Into Digital Spaces: The Role of the Idrisiyah Order of Tasikmalaya in Peacebuilding in Indonesia”. Kajian ini mengangkat transformasi praktik keagamaan tarekat Idrisiyah dari ruang tradisional (zawiyah) ke ruang digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial memungkinkan perluasan jaringan spiritual sekaligus menjadi sarana penyebaran nilai-nilai damai sepertimahabbah(kasih sayang),tasamuh(toleransi), danukhuwah insaniyah(persaudaraan kemanusiaan). Di sisi lain, transformasi ini juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan literasi digital, resistensi budaya, serta pergeseran otoritas keagamaan di era digital.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Wildan bersama Dr. Muhrisun Afandi dan Dr. Thoriq Tri Prabowo menulis chapter berjudul“Conservatism and Digital Hate Speech: Identity Politics and the Struggle for Moral Authority in Online Spaces”. Studi ini menyoroti bagaimana kelompok konservatif bertransformasi di era digital dengan memanfaatkan platform online untuk membangun narasi keagamaan dan memperjuangkan otoritas moral. Isu-isu seperti politik elektoral, pandemi, dan relasi dengan kelompok minoritas kerap dijadikan medium untuk membangun wacana yang dapat memicu polarisasi sosial. Dalam konteks ini, ujaran kebencian dan intoleransi digunakan sebagai strategi untuk memobilisasi dukungan dan memperkuat identitas kelompok.

Kedua karya tersebut menunjukkan dua sisi penting dalam dinamika keagamaan di era digital: di satu sisi, ruang digital dapat menjadi medium penyebaran nilai-nilai damai dan moderasi beragama; di sisi lain, ia juga dapat menjadi arena kontestasi wacana yang berpotensi memicu fragmentasi sosial.

Capaian ini menegaskan komitmen akademik dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga dalam merespons isu-isu kontemporer yang relevan secara global, khususnya di persimpangan antara studi Islam, sejarah, dan transformasi digital. Melalui karya-karya ini, MSPI terus mendorong pengembangan keilmuan yang kritis, kontekstual, dan berdampak luas bagi masyarakat.