Ujian Tesis Mahasiswa MSPI Ungkap Model Pemberdayaan Perempuan melalui Akulturasi Budaya Eropa–Melayu di Kesultanan Siak
Ujian Tesis Mahasiswa MSPI Ungkap Model Pemberdayaan Perempuan melalui Akulturasi Budaya Eropa–Melayu di Kesultanan Siak
Yogyakarta – Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menyelenggarakan ujian tesis mahasiswa pada Rabu, 11 Maret 2026. Pada kesempatan tersebut, Nabila Arianingrum mengkaji tesis berjudul "Pemberdayaan Perempuan di Madrasatun Nisa’: Akulturasi Budaya Eropa–Melayu di Kesultanan Siak 1927–1950."
Ujian tesis dipimpin oleh Prof. Dr. Badrun, M.Si. selaku Ketua Sidang, dengan penguji Prof. Dr. Muhammad Wildan, M.A. dan Dr. Himayatul Ittihadiyah, M.Hum. Penelitian ini mengangkat sejarah pendidikan perempuan di Kesultanan Siak Sri Indrapura dengan menyoroti peran Madrasatun Nisa’ sebagai lembaga yang mendorong transformasi sosial perempuan melalui perpaduan nilai-nilai Islam, budaya Melayu, dan modernitas Eropa. Dengan menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini berhasil merekonstruksi dinamika pendidikan perempuan pada masa transisi kolonial hingga awal kemerdekaan Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasatun Nisa’ tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang akulturasi budaya yang memadukan sistem pendidikan modern Eropa dengan nilai-nilai adab Melayu dan ajaran Islam. Integrasi tersebut melahirkan model pendidikan perempuan yang mendorong lahirnya perempuan-perempuan terdidik dengan kemampuan intelektual, kepemimpinan, dan peran sosial yang lebih luas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan historiografi Indonesia, khususnya dalam kajian sejarah perempuan, sejarah pendidikan Islam, dan sejarah sosial Melayu.
Nabila Arianingrum juga berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul "Mbok Mase dan Peran Perempuan Priyayi dalam Industri Batik Laweyan Surakarta Pada Masa Kolonial, 1900–1970" pada Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities (SINTA 4).Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan historiografi sosial-ekonomi Indonesia dengan menghadirkan perspektif baru mengenai kepemimpinan perempuan dalam sejarah industri batik Nusantara.
Melalui penelitian ini, Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan historiografi Indonesia serta memperkuat kajian sejarah Islam, pendidikan, dan kebudayaan di tingkat nasional.