MSPI Bahas Penguatan Kurikulum Bersama Akademisi dan Stakeholder

Yogyakarta – Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Diskusi Rancangan Kurikulum pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 08.00–16.15 WIB di Hotel Grand Rohan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh dosen Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan MSPI, mahasiswa MSPI, serta alumni MSPI sebagai bagian dari proses penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Agus Suwignyo dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), yang memberikan berbagai masukan strategis terhadap rancangan kurikulum MSPI. Beliau menyampaikan bahwa dokumen kurikulum telah memiliki komponen yang lengkap, namun masih perlu penyempurnaan pada rumusan visi, misi, tujuan, serta penyesuaian regulasi terbaru. Selain itu, Prof. Agus mendorong penguatan aspek teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), pengembangan mata kuliah penciri, program magang, pertukaran mahasiswa, penguatan keterampilan digital, serta alternatif bentuk tugas akhir.

Dalam sesi diskusi, para dosen, mahasiswa, dan alumni juga memberikan berbagai masukan sebagai stakeholder, di antaranya perlunya kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, penguatan kompetensi penelitian sejarah Islam, serta pengembangan kajian-kajian unggulan seperti Islam Nusantara, transnasionalisme Islam, Islam dan keindonesiaan, kepemimpinan Islam, politik Islam, kaum muda Islam, dan Islam digital sebagai ciri khas lulusan MSPI.

Melalui forum ini, MSPI menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kurikulum secara kolaboratif agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional di era global.