Ujian Tesis Mahasiswa MSPI Ungkap Respons Umat Islam Yogyakarta terhadap Resolusi Jihad 1945
Ujian Tesis Mahasiswa MSPI Ungkap Respons Umat Islam Yogyakarta terhadap Resolusi Jihad 1945
Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan ujian tesis mahasiswa atas namaMuhammad Fikri AhsanpadaSelasa, 23 Desember 2025, pukul13.00 WIB. Tesis yang diujikan berjudul“Respons Umat Islam Yogyakarta terhadap Resolusi Jihad dalam Mempertahankan Kemerdekaan 1945 M.”
Dalam ujian tersebut, Muhammad Fikri Ahsan dibimbing olehProf. Dr. Dudung Abdurrahman, M.Hum., dengan tim penguji yang terdiri atasProf. Dr. Muhammad Wildan, M.A.sebagai Penguji I danProf. Dr. Badrun, M.Si.sebagai Penguji II. Proses ujian berlangsung secara akademik dan dialogis, dengan perhatian khusus pada ketepatan metodologi serta kontribusi temuan terhadap kajian sejarah Islam Indonesia.
Penelitian ini mengkaji secara mendalam respons umat Islam Yogyakarta terhadap fatwa jihad yang dikeluarkan olehKH Hasyim Asy’aripada tahun 1945 sebagai seruan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berbeda dari kajian sebelumnya yang lebih banyak menyoroti peran jaringan pesantren Nahdlatul Ulama, penelitian ini menghadirkan perspektif lokal Yogyakarta—sebuah wilayah dengan corak keagamaan yang beragam dan menjadi basis penting organisasi Muhammadiyah.
Dengan menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, serta pendekatan sosiologis, penelitian ini menganalisis dinamika respons sosial umat Islam Yogyakarta terhadap Resolusi Jihad. Teori respons sosial dariSoerjono Soekantodigunakan untuk membaca proses interaksi, mobilisasi, dan keterlibatan umat Islam dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kehidupan keagamaan umat Islam Yogyakarta pada awal abad ke-20 mengalami pergeseran dari corak tradisional menuju modernis—terutama setelah hadirnya Muhammadiyah sejak 1912—fatwa jihad tetap diterima sebagai kewajiban moral dan keagamaan. Para ulama dan masyarakat Muslim Yogyakarta terlibat aktif dalam berbagai bentuk perjuangan, mulai dari pertempuran fisik, dukungan logistik dan amunisi, hingga pelayanan medis dan sosial bagi para pejuang.
Temuan ini menegaskan bahwa Resolusi Jihad mampu menjadi faktor pemersatu umat Islam Yogyakarta tanpa mempertentangkan identitas organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengayaan historiografi tentang peran Yogyakarta dalam masa awal kemerdekaan Indonesia, sekaligus memperluas pemahaman mengenai dinamika Islam, nasionalisme, dan solidaritas sosial.
Selain menyelesaikan tesis, Muhammad Fikri Ahsan juga aktif dalam publikasi ilmiah. Artikelnya berjudul“Perpaduan Budaya dalam Modernisasi Busana Muslimah di Yogyakarta, 1950–1980”telah terbit dalamJurnal Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan(SINTA 4), menunjukkan konsistensi akademik mahasiswa MSPI dalam mengembangkan kajian sejarah dan budaya.
Melalui ujian tesis ini, Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong riset sejarah Islam yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia.
Tulisan bersumber dari abstrak tesis yang disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan telah disunting serta disesuaikan oleh penulis.