Mahasiswa MSPI Antusias Ikuti Workshop Strategi Menembus Jurnal Terakreditasi

Yogyakarta – Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) UIN Sunan Kalijaga sukses menyelenggarakanWorkshop Strategi Menembus Jurnal Terakreditasipada Rabu, 16 April 2026, bertempat di Ruang Munaqosyah 209 Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB). Kegiatan ini menghadirkanImam Nawawisebagai narasumber, serta dimoderatori olehNur Rokhim.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa pascasarjana MSPI dengan antusias tinggi, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik, khususnya dalam publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi MSPI menegaskan pentingnya kemampuan menulis bagi mahasiswa pascasarjana.

“Menulis bukan hanya sekadar syarat kelulusan, tetapi juga merupakan upaya mendokumentasikan pengetahuan sekaligus membangun portofolio akademik mahasiswa,” tegasnya.

Sebagai moderator, Nur Rokhim, M.Hum. memandu jalannya diskusi secara dinamis dan kontekstual. Ia tidak hanya mengarahkan alur diskusi, tetapi juga memberikan penekanan penting terkait karakteristik penulisan dalam kajian sejarah Islam, khususnya dalam konteks lokal.

“Mahasiswa SPI perlu memahami konteks sejarah Islam lokal secara lebih mendalam, dengan memperhatikan aspek historis dan kronologi atautimelinepenelitian secara ketat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa penelitian sejarah tidak hanya berhenti pada pengumpulan data, tetapi harus mampu menyusun narasi yang memiliki kesinambungan temporal dan analisis kritis yang kuat.

Sementara itu, narasumber Imam Nawawi, M.Hum. menyampaikan strategi praktis dan reflektif dalam menembus jurnal terakreditasi. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki keberanian akademik dalam mengembangkan argumen dan posisi ilmiah.

“Mahasiswa harus berani mendialogkan hasil temuan penelitian sejarahnya dengan temuan-temuan sebelumnya, sehingga menghasilkan kontribusi ilmiah yang jelas dan signifikan,” ujarnya.

Workshop ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya teknis, tetapi juga reflektif, dengan menekankan pentingnya integrasi antara metodologi, keberanian akademik, dan konteks keilmuan lokal dalam penulisan sejarah Islam. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa MSPI untuk lebih produktif dalam publikasi ilmiah serta meningkatkan kualitas riset berbasis sejarah peradaban Islam, khususnya dalam konteks Indonesia.