Dari Nasihat Orang Tua ke Naskah Kuno: Mahasiswa MSPI Temukan Akar Ilmu Leluhur

Program Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) FADIB UIN Sunan Kalijagakembali melahirkan peneliti muda yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menghidupkan warisan peradaban dari dalam sumber-sumbernya yang paling otentik.

Muhammad Musabai Hakiki, mahasiswa aktif MSPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tengah menekuni penelitian naskah kuno sebagai jalan untuk menemukan kembali jejak pengetahuan dan nilai yang diwariskan para leluhur. Perjalanan intelektualnya bermula dari pertanyaan sederhana yang justru membawanya jauh ke dalam khazanah manuskrip Jawa klasik.

Segalanya berawal dari rasa penasaran terhadap nasihat orang tua tentang konsepbibit, bebet, bobot— tiga prinsip yang selama ini dikenal sebagai pedoman dalam memilih pasangan hidup. Alih-alih menerima begitu saja, Hakiki justru menelusurinya hingga ke sumbernya.

"Saya bingung ini sumbernya dari mana. Ternyata ketika saya sudah meneliti naskah, ikut membaca-membaca naskah, ternyata apa yang dinasihati orang tua saya itu sudah terekam ratusan tahun yang lalu,"ungkapnya.

Melalui proses kajian naskah yang ia jalani di MSPI, Hakiki menemukan bahwa nilai tersebut sesungguhnya telah terdokumentasikan dalamSerat Warayagnya, sebuah karya yang ditulis sekitar tahun 1850-an pada masa Mangkunegara IV. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lisan yang hidup di tengah masyarakat Jawa bukan sekadar ungkapan kosong — melainkan ilmu yang berakar pada tradisi tulis yang kaya dan terverifikasi.

"Sudah jadi ilmu yang diwariskan dari leluhur kita dan itu ada sumbernya. Tidak hanya sekadar ngomong kosong belaka,"tegasnya.

Bagi Hakiki, naskah kuno bukan semata benda lama yang lapuk dimakan zaman. Di dalamnya tersimpan cara berpikir, sistem nilai, dan pengetahuan yang masih sangat relevan untuk dikaji dan dihadirkan kembali di era kontemporer. Motivasinya pun bersumber dari tempat yang tulus.

"Tujuan sederhananya, saya ingin melestarikan apa yang sudah diwariskan leluhur. Terkait nanti ketika sudah lulus itu kerjanya apa — itu urusan nanti — karena memang sudah minat di aksara dan naskah ini,"katanya.

Semangat Hakiki mencerminkan apa yang menjadi ruh dari Program MSPI UIN Sunan Kalijaga: menghadirkan sarjana yang tidak sekadar membaca sejarah, tetapi mampumembaca sumber sejarah itu sendiri— dari manuskrip, aksara, hingga lapisan makna yang tersembunyi di dalamnya.


Tertarik mendalami sejarah, manuskrip, dan peradaban Islam?Bergabunglah bersama kami diProgram Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta— dan jadilah bagian dari generasi yang merawat warisan peradaban untuk masa depan.

Sumber: Pandangan Jogja | Artikel disunting dengan bantuan AI (Claude) tanpa mengubah muatan berita.