Prof. Maharsi: Filolog Berperan Menghidupkan Kembali Pengetahuan Nusantara Melalui Naskah Kuno
Prof. Maharsi: Filolog Berperan Menghidupkan Kembali Pengetahuan Nusantara Melalui Naskah Kuno
Yogyakarta – Prof. Dr. Maharsi, M.Hum., dosen Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menegaskan bahwa profesi filolog memiliki peran yang sangat penting dalam menghidupkan kembali pengetahuan masa lalu yang tersimpan dalam berbagai manuskrip kuno Nusantara. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama Pandangan Jogja.
Menurut Prof. Maharsi, masih banyak masyarakat yang belum mengenal profesi filolog. Padahal, seorang filolog tidak sekadar membaca atau menerjemahkan naskah kuno, tetapi juga menghadirkan kembali informasi, pengetahuan, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur melalui manuskrip-manuskrip lama. Indonesia, sebagai negara yang kaya akan warisan budaya, memiliki ribuan naskah kuno yang memuat catatan mengenai sejarah, keagamaan, kebudayaan, kehidupan sosial, hingga perkembangan ilmu pengetahuan pada zamannya.
"Filolog sebenarnya adalah orang yang ingin menghadirkan informasi terkait dengan pengetahuan nenek moyang kita yang terdapat dalam naskah kuno," ujar Prof. Maharsi dalam wawancaranya bersama Pandangan Jogja.
Lebih lanjut, Prof. Maharsi menilai bahwa profesi filolog masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Hal tersebut disebabkan oleh masih banyaknya manuskrip kuno Nusantara yang belum diteliti secara mendalam. Setiap naskah menyimpan informasi berharga yang dapat menjadi sumber utama dalam memahami perjalanan sejarah bangsa sekaligus memberikan inspirasi bagi pengembangan kebudayaan Indonesia di masa depan.
Prof. Maharsi menambahkan bahwa pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno tidak seharusnya berhenti sebagai arsip sejarah semata. Melalui kajian filologi, informasi masa lalu dapat diinterpretasikan kembali sehingga relevan dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini. Dengan demikian, manuskrip kuno tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran yang terus hidup lintas generasi.
Sebagai akademisi di Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga, Prof. Maharsi terus mendorong pengembangan kajian filologi sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan intelektual Nusantara. Penelitian, digitalisasi, dan publikasi manuskrip kuno diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap khazanah budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas bangsa melalui pemanfaatan sumber-sumber sejarah yang autentik.
Sumber:
Disusun oleh Tim Admin MSPI UIN Sunan Kalijaga dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) berdasarkan informasi dari Pandangan Jogja (wawancara dengan Prof. Dr. Maharsi, M.Hum.).