Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Terlibat Digitalisasi 1.300 Naskah Kuno Yogyakarta Bersama Universitas Leipzig
Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Terlibat Digitalisasi 1.300 Naskah Kuno Yogyakarta Bersama Universitas Leipzig
Yogyakarta— Dua dosen Program Studi Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Wildan dan Prof. Dr. Maharsi, tercatat dalam sejarah pelestarian warisan intelektual Nusantara. Keduanya terlibat aktif dalam proyek digitalisasi sekitar 1.300 naskah kuno milik Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo yang berlangsung pada 2009–2012, atas kerja sama dengan Universitas Leipzig, Jerman.
Proyek berskala besar ini berhasil mendokumentasikan sekitar 300 naskah koleksi Keraton Yogyakarta dan lebih dari 1.000 naskah di Museum Sonobudoyo. "Pada periode itu kita mendigitalisasi sekitar 300-an naskah di Keraton dan ada sekitar 1.000 naskah di Museum Sonobudoyo," tutur Prof. Wildan kepada Pandangan Jogja.
Naskah-naskah yang didigitalisasi mencakup beragam media — kertas, lontar, dan daluang — mencerminkan kekayaan tradisi tulis peradaban Islam dan budaya Jawa. "Kalau yang di Keraton itu rata-rata memang dalam bentuk kertas ya. Ada beberapa mungkin juga yang bentuknya daluang, tapi kalau yang di Museum Sonobudoyo itu lebih banyak variasinya. Ada yang dalam bentuk kertas, ada yang bentuk lontar, ada yang juga dalam bentuk daluang," jelas Prof. Wildan.
Kandungan naskah-naskah tersebut jauh lebih kaya dari yang diperkirakan. Di dalamnya tersimpan pengetahuan tentang tradisi Keraton, praktik keagamaan, ilmu pengobatan tradisional, hingga kuliner Jawa kuno. "Banyak mengkaji masalah-masalah terkait dengan budaya, misalnya tradisi-tradisi Keraton maupun tradisi keagamaan, dan juga masalah obat-obatan dan makanan itu juga banyak dikaji di naskah-naskah itu," terang Prof. Wildan.
Proses digitalisasi tidak berjalan tanpa hambatan. Tim menghadapi sejumlah tantangan teknis akibat ukuran naskah yang besar serta kondisi fisik sebagian naskah yang telah mengalami kerusakan karena usia.
Keterlibatan dosen MSPI dalam proyek bertaraf internasional ini menegaskan posisi program studi sebagai salah satu pusat kajian manuskrip Nusantara yang terkemuka. Kajian naskah kuno — atau yang di lingkungan MSPI dikenal sebagaiKajian Naskah Nusantara— merupakan salah satu mata kuliah unggulan dan bidang riset distingtif yang ditawarkan kepada mahasiswa.
Dengan dukungan tenaga pengajar yang memiliki rekam jejak riset internasional di bidang filologi dan peradaban Islam, MSPI UIN Sunan Kalijaga menghadirkan lingkungan akademik yang tidak hanya mengajarkan sejarah, tetapi juga aktif terlibat dalam pelestarian dan pengkajian warisanintelektual Islamdan Jawa secaralangsung.
Sumber: Pandangan Jogja. Video: Pandangan Jogja/Danang, Dok. Istimewa.
Berita ini disusun oleh Redaksi MSPI UIN Sunan Kalijaga untuk keperluan publikasi program studi. Penyempurnaan bahasa dibantu oleh kecerdasan buatan Claude (Anthropic). Seluruh fakta dan kutipan bersumber dari liputan resmi Pandangan Jogja.