Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Presentasikan Kajian Keragaman Islam Nusantara di Konferensi Internasional AICoMS 3 Surabaya

Yogyakarta — Prof. Dr. Maharsi, M.Hum, dosen Program Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tampil sebagai pemakalah dalamThe 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies(AICoMS 3) yang digelar di Graha Utama BBPMP Jawa Timur, Surabaya, pada 18–20 September 2026. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Afiliasi Pengajar Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain (APEBSKID) sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis ke-62 Unesa, mengangkat tema"Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Arts, and Design for a Digital Age".

Dalam forum yang diikuti sekitar 200 peserta luring dari berbagai daerah dan menghadirkan pembicara dari Indonesia, Jepang, Austria, Jerman, dan China ini, Prof. Dr. Maharsi, M.Hum membawakan makalah berjudul"Keragaman Islam di Nusantara: Kajian terhadap Karya Sastra Sejarah Melayu dan Babad Tanah Jawi."

Melalui pendekatan filologi modern dengan kerangka teori resepsi, studi ini menelaah bagaimana dua naskah klasik — Sejarah Melayu dan Babad Tanah Jawi — merekam penerimaan dan pemaknaan lokal atas ajaran Islam di dua wilayah dengan karakter berbeda: Melayu yang maritim, perkotaan, dan kosmopolitan, serta Jawa yang agraris, pedalaman, dan berpusat pada keraton.

Dengan menganalisis tiga parameter utama — pluralitas pemikiran Islam, akulturasi bahasa dan budaya, serta tradisi intelektual yang inklusif — kajian ini menemukan bahwa keragaman Islam Nusantara termanifestasi secara berbeda di kedua naskah: mobilitas keilmuan antarpusat dalam Sejarah Melayu berbanding lokalisasi gagasan ke dalam simbol dan kosmologi Jawa dalam Babad Tanah Jawi; bahasa Melayu sebagai medium ilmu pengetahuan Islam berbanding bahasa dan sastra Jawa sebagai medium penafsiran; serta inklusivitas yang bersifat kosmopolitan-tekstual di satu sisi dan kultural-performatif di sisi lain.

Prof. Dr. Maharsi, M.Hum menyimpulkan bahwa keragaman ini bukan penyimpangan dari ajaran Islam, melainkan hasil dialektika kreatif antara Islam dan tradisi lokal yang membentuk karakter khas Islam Nusantara hingga kini.

Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif MSPI UIN Sunan Kalijaga dalam diseminasi riset sejarah dan peradaban Islam di forum internasional, sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas disiplin dan lintas negara.