Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Jadi Penguji Eksternal Viva Voce Doktoral di Universiti Malaya
Dosen MSPI UIN Sunan Kalijaga Jadi Penguji Eksternal Viva Voce Doktoral di Universiti Malaya
Prof. Drs. Dr. Dudung Abdurahman, M.Hum., dosen Program Magister Sejarah Peradaban Islam (MSPI) Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (FADIB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dipercaya menjadiExternal Examinerdalam ujian Viva Voce mahasiswa Program Doktor Universiti Malaya, Kamis (24/9/2026), yang berlangsung secara daring.
Disertasi yang diuji berjudul"Kosmologi Rasionalistik dan Empirik dalam Pemikiran Fakhr al-Din al-Razi dan Ibn Taymiyyah al-Harrani: Analisis Perbandingan dan Implikasi terhadap Akidah", ditulis oleh Mohd Saiful Aqil Naim bin Saful Amin.
Dalam catatan penilaiannya, Prof. Dudung mengapresiasi upaya penulis merekonstruksi landasan epistemologis dua tokoh besar pemikiran Islam tersebut, serta melihat bagaimana perbedaan epistemologi berkaitan dengan perbedaan pandangan mereka dalam persoalan ontologi dan akidah. Ia menilai penelitian ini memiliki signifikansi akademik penting, terutama dalam memperlihatkan kompleksitas perdebatan kosmologi dan teologi dalam tradisi intelektual Islam.
Sejumlah pertanyaan kritis diajukan Prof. Dudung untuk menguji kedalaman analisis kandidat — di antaranya soal ketepatan penggunaan istilah "rasionalistik" dan "empirik" dalam membaca pemikiran al-Razi dan Ibn Taymiyyah, hubungan sebab-akibat antara epistemologi, kosmologi, dan akidah, serta pelajaran metodologis apa yang dapat diambil dari perdebatan kedua tokoh tersebut bagi pemikiran Islam kontemporer.
Salah satu poin reflektif yang beliau tekankan patut menjadi bahan renungan bersama: bahwa pembedaan sederhana seperti "rasionalistik versus empirik" perlu digunakan secara hati-hati, sebab tokoh seperti Ibn Taymiyyah — yang dikenal kritis terhadap filsafat dan kalam spekulatif — tetap menggunakan argumentasi rasional dalam mengkritik lawan-lawan intelektualnya. Ketepatan konseptual semacam ini, menurut beliau, menjadi fondasi penting bagi setiap kajian perbandingan pemikiran.
Keterlibatan Prof. Dudung dalam forum akademik internasional ini menegaskan pengakuan atas kepakaran dosen MSPI di bidang sejarah dan pemikiran Islam, sekaligus memperkuat jejaring keilmuan program studi dengan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.